Jumat, 21 Juni 2013

geo-x-genap-litosfer

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011
Proses Pembentukan Tanah
1. definisi

Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman
2. Factor Pembentuk Tanah
1. Iklim
Factor iklim yang berupa curah hujan dan temperature merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropis menyebabkan reaksi kimia berjalan dengan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat.
2. Organisme
Peranan organisme dalam proses pembentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsure hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.
3. Bahan Induk
Jenis batuan di Indonesia, bahan induk pembentuk tanah meliputi; batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf
4. Topografi
Factor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Factor topografi berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dengan cara berikut:
a. Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap
b. Mempengaruhi dalamnya air tanah
c. Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi
d. Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.
5. Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah sehingga akibat pelapukan dan pencucian tanah yang terus menerus maka tanah semakin tua
3. Komponen-komponen Pembentukan Tanah
a. Bahan Mineral

Bahan mineral dalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Oleh karena itu, susunan mineral  di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Batuan dapat dibedakan menjadi batuan beku atau batuan vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorf.
Mineral tanah dibedakan menjadi mineral primer, yaitu mineral yang berasal dari batuan yang lapuk, dan mineral sekunder yaitu mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung.
b. Bahan Organik
Bahan organikk umumnya ditemukan di permukaan tanah. Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5%, tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali, yaitu:
  1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
  2. Sumber unsure hara N, P, S dan unsure mikro
  3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
  4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara
  5. Sumber energy bagi mikroorganisme
c. Air
Air terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik, baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manfaat air untuk pertumbuhan tanaman yaitu:
1. Sebagai unsure hara tanaman
Tanaman memerlukan air dari tanah dan C02 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis
2. Sebagai pelarut unsure hara
Unsure-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman
Sebagai bagian dari sel-sel tanaman, air merupakan bagian dari protoplasma. Persediaan air di dalam tanah tergantung dari;
  1. Banyaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah
d. Udara
Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Banyak pori-pori di dalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer. Adapun susunan udara dalam tanah yaitu;
  1. Kandungan uap air lebih tinggi
  2. Kandungan CO2 lebih besar daripada atmosfer
  3. Kandungan O2 lebih kecil daripada atmosfer
4. Warna Tanah
Warna tanah merupakan penunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat dalam tanah.
Perbedaan warna tanah pada umumnya dipengaruhi oleh kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic maka warna tanah makin gelap. Pada lapisan tanah bagian bawah, kandungan bahan organic pada umumnya rendah, sehingga warna tanah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa Fe (besi)
5. Profil Tanah
Profil tanah adalah penempang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah

horizon O, A, B, C, sedangkan horizon yang menyusun solum tanah adalah hanya horizon A dan B
Horizon O
Ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organic yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral
Horizon A
Ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi, yaitu horizon yang mengalami pencucian
Horizon B
Horizon iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci diatasnya
Horizon C
Bahan induk sedikit terlapuk
Horizon D
Batuan keras yang belum lapuk
6. pH Tanah
Yang dimaksud pH tanah adalah derajat keasaman tanah
7. Tekstur Tanah
Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)
Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah, berdasarkan atas perbandingan banyak butir-butir pasir, debu dan liat.
Di lapangan, tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah diantara jari-jari., sambil dirasakan halus kasarnya, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, liat dan sebagainya.
8. Klasifikasi Tanah
Usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Sifat tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna merah, hitam dan kelabu. Ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Membedakan sifat-sifat tersebut berarti melakukan klasifikasi tanah meskipun dengan cara yang sederhana.
Jenis dan ciri tanah di Indonesia.
a. Tanah organik                                        f. Tanah andosol
b. Tanah aluvial                                          g. Tanah grumusol
c. Tanah litosol                                           h. Tanah garam
d. Tanah regosol                                        i.  Tanah podzol
e. Tanah merah                                           j.  Tanah hidrosol
Daftar Pustaka:
Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.

Seisme/ Gempa Bumi

Februari 6, 2011
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi

Berdasarkan peta diatas maka gempa bumi tektonik di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran tiga lempeng besar yang melewati Indonesia, yaitu lempeng Eroasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo Australia. Indonesia juga dilewati oleh dua deretan pegunungan muda yaitu pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik, sehingga di Indonesia rawan juga terjadi gempa vulkanik.
Berdasarkan peristiwa yang menyebabkannya, gempa bumi digolongkan menjadi tiga jenis:
1. Gempa Tektonik
Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan atau patahan. Jenis ini merupakan yang   terkuat dan meliputi wilayah yang luas
2. Gempa Vulkanik
Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Jenis gempa ini kurang kuat jika dibandingkan dengan jenis gempa tektonik dan hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
3. Gempa Runtuhan/ Terban
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur dan terowongan tambang
Berdasarkan bentuk episentrumnya, ada dua macam gempa:
1. Gempa Linier
Episentrum gempa berbentuk garis/ linier. Gempa-gempa tektonik umumnya termasuk jenis gempa linier, karena patahan berbentuk garis
2. Gempa Sentral
Episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berbentuk titik
Berdasarkan letak/ kedalaman hiposentrumnya, terdapat tiga macam gempa:
1. Gempa dalam
Jika letak hiposentrumnya 300-700 km
2. Gempa intermidiet/ menengah
Jika hiposentrumnya terletak antara100-300 km
3. Gempa dangkal
Jika kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km
Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi dua:
1. Gempa dekat/ lokal
Jarak episentrumnya kurang dari 10.000 m
2. Gempa jauh
Jarak episentrumnya lebih dari 10.000 m
Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa:
1. Seismologi
Ilmu tentang gempa
2. Hiposentrum
Pusat gempa di dalam bumi
3. Episentrum
Tempat di permukaan bumi atau permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum/ pusat gempa di permukaan bumi
4. Gelombang gempa
a. Gelombang longitudinal/ primer
Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km/ detik. Gelombang inilah yang pertama kali tercatat pada suatu seismograf, disebut “Gelombang Primer”.
b. Gelombang transversal/ sekunder
Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km/ detik
c.  Gelombang panjang
Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3,5 km/ detik dan merupakan gelombang perusak
5. Seismograf
Alat pencatat gempa
6. Seismogram
Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
7. Pleistoseista
Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
8. Isoseista
Garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
9. Homoseista
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/ mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
10.  Makroseista
Daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa. Makroseista ini dibatasi oleh pleistoseista
Pengaruh positif gempa bagi kehidupan:
  1. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui jenis mineral yang ada di bumi
  2. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui struktur lapisan kulit bumi
  3. Gempa dapat digunakan untuk menentukan jenis konstruksi bangunan
Pengaruh negative gempa bagi kehidupan:
  1. Bangunan yang roboh/ ambruk
  2. Terjadi kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  3. Terjadi banjir karena bendungan dan tanggul-tanggul yang bobol
  4. Saluran pipa air dan gas yang putus
  5. Terjadi tsunami apabila pusat gempa berada di dasar laut
  6. Sarana dan prasarana transportasi rusak
  7. Distribusi barang dan jasa terhambat
Daftar Pustaka:
Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.
Prager Ellen J., 2006, Bumi murka, Sains dan Sifat Gempa Bumi, Gunung Berapi dan Tsunami, Pakar Raya Pakarnya Pustaka, Bandung.

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011
TANAH ppt

Tektonisme

Februari 6, 2011
TEKTONISME ppt

VULKANISME

Januari 8, 2011
Vulkanisme adalah gerakan magma dari dalam bumi
  1. Intrusi/ plutonisme
Adalah aktifitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi
Gambar bentukan intrusi:

Keterangan:
  1. Batholit, adalah magma yang membeku yang terletak di dapur magma
  2. Lakolit, adalah magma yang membeku, menyusup di lapisan batuan yang menyebabkan lapisan diatasnya terangkat karena pembekuannya berbentuk cembung diatasnya dan rata di alasnya
  3. Sill, adalah magma yang membeku berbentuk tipis/ pipih memanjang
  4. Diatrema, adalah magma yang membeku yang terletak di pipa kepundan/ korok/ gang
  5. Apofisa, adalah magma yang membeku dan merupakan cabang-cabang dari diatrema
2. Ekstrusi
Adalah aktifitas magma yang sampai ke permukaan bumi dan menghasilkan gunung api atau vulkan. Hasil ekstrusi magma disebut erupsi.
a. Erupsi sentral
Gerakan magma yang menghasilkan bentuk gunung api
* Gunung api strato

Gunung api yang terjadi karena erupsi eksplosif (letusan) dan (efusif) leleran secara bergantian. Berbentuk kerucut dengan lereng yang      berlapis-  lapis. Hamper semua gunung api di Indonesia merupakan gunung api strato
* Gunung api perisai/ tameng

Gunung api yang terjadi karena erupsi efusif. Encer dan mengalir ke segala arah serta membentuk lereng yang landai
* Gunung api maar

Gunung api dengan dapur magma yang kecil dan dangkal. Puncak gunung tidak terlalu tinggi, hanya sekali meletus dan ditandai dengan adanya kaldera atau danau kawah.
b. Erupsi linier


Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang
c. Erupsi areal


Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali dengan dapur magma

PROSES PERUBAHAN BENTUK MUKA BUMI

Januari 8, 2011
Bentuk muka bumi yang beraneka ragam merupakan hasil dari tenaga geologi, yaitu tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi yang lebih bersifat membangun dan tenaga eksogen yang berasal dari luar bumi yang lebih bersifat merusak.
Tektonisme
Adalah perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan tenaga endogen dengan arah horisontal dan vertical.
Menurut kecepatan geraknya dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Epirogenesa
Yaitu perubahan letak lapisan kulit bumi yang gerakannya lambat pada wilayah yang luas
a.  Epirogenesa positif (penurunan benua)
Gejala naiknya permukaan air laut sehingga daratan turun
Gambar:

b. Epirogenesa negative (kenaikan benua)
Gejala turunnya permukaan air laut sehingga daratan naik
Gambar:

2.  Orogenesa
Yaitu gerakan tenaga endogen yang relative cepat pada wilayah yang lebih sempit
Contoh pembentukan pegunungan dan lipatan.

SIKLUS BATUAN

Januari 8, 2011
Kalian tentu mengetahui kalau litosfer itu selalu bergerak/ dinamis. Litosfer selalu bergerak terus. Kadangkala puncak gunung menjadi dasar laut, kadangkala dasar laut menjadi puncak gunung. Ada daratan yang tenggelam, ada juga daratan yang muncul.
Magma adalah induk dari segala batuan. Karena proses pendinginan di dalam bumi, sela atau diluar bumi maka akan terbentuk batuan beku. Di luar muka bumi, melalui proses penghancuran tanpa perubahan kimia, mengendap berlapis-lapis dan mengalami proses pembatuan maka akan terjadilah batuan sedimen. Apabila karena penambahan suhu tertentu di dalam bumi atau mendekati magma, maka terjadilah batuan metamorf. Dan akhirnya apabila batuan yang berdekatan dengan dapur  magma bisa masuk lagi ke menjadi magma. Demikian siklus batuan berjalan terus.
Gambar siklus batuan:
Dengan demikian maka di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. . Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, baik dibawah permukaan sebagai batuan intrusif/ plutonik maupun diatas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada.
Batuan endapan atau batuan sedimen terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic), pengendapan (deposition) karena aktifitas biogenik dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir dan lempung termasuk dalam batuan endapan.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung
  • Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
  • Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
  • Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
  • Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
  • Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm
Batuan metamorf adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakanhasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti perubahan bentuk. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneis, batu sabak, batu marmer dan skist.

Morfologi Patahan & Lipatan

Maret 19, 2010

TEKTONISME
Pengantar:
Tektonisme atau tenaga tektonik adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi dengan arah vertical / tegak maupun horizontal/ lateral/ mendatar yang mengakibatkan perubahan lokasi atau letak lapisan-lapisan batuan yang membentuk muka bumi.
Tenaga tektonisme ini dikelompokkan atas tektonik patahan (faulting process) dan tektonik lipatan (folded process)
Tenaga tektonik dibedakan atas aktifitas epirogenesis (aktifitas penurunan atau kenaikan benua) dan aktifitas orogenesis (aktifitas pembentukan pegunungan)
1. MORFOLOGI  PATAHAN
Adalah bentukan-bentukan alam di muka bumi sebagai akibat adanya proses pematahan (faulting process) pada lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfera). Proses pematahan lapisan batuan pembentuk litosfera disebut SESAR.
a. GRABEN/ SLENK
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih rendah dari daerah sekitarnya,  dikarenakan patahan/ sesar  yang mengalami penurunan.

b. HORST
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih tinggi dari daerah sekitarnya,  dikarenakan patahan/ sesar yang mengalami kenaikan.

c. FLEKSUUR
Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut mengalami penurunan atau kenaikan sebagian saja.

d. DEKSTRAL
Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang ada di depan kita bergeser kearah kanan.

e. SINISTRAL
Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang ada di depan kita bergeser kea rah kiri.

2. MORFOLOGI LIPATAN
Terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya lateral/ horizontal dari dua arah yang berhadapan (saling mendekat), sehingga lapisan-lapisan batuan di daerah tersebut terlipat dan membentuk puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin)

Episentrum Gempa

Maret 10, 2010 METODE PENENTUAN EPISENTRUM GEMPA
Episentrum gempa dapat ditentukan dengan:
1. METODE EPISENTRAL
Episentral ialah jarak episentrum atau pusat gempa di stasiun pencatat gempa. Untuk menentukan episentrum  dengan menggunakan metode episentral diperlukan minimal tiga stasiun pengamat yang mencatat kejadian gempa, sehingga dapat dihitung jarak episentral masing-masing stasiun. Untuk menghitung jarak episentral digunakan rumus LASKA, yaitu:
Delta  =  ((S-P) – 1’) X 1.000 Kilometer)
Delta  = jarak episentral dari stasiun pengamat dalam satuan kilometer
S-P      = selisih waktu pencatatan antara gelombang  sekunder dan gelombang primer (dalam menit)
1’        = 1 menit
Contoh:
Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, B dan C) tercatat getaran gempa sebagai berikut:
Stasiun A
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45
Stasiun C
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 32.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 36.15
Untuk menentukan jarak episentral masing-masing stasiun:
Delta A
((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.
Delta B
= (( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km
Delta C
= ((2. 36’ 15’’ – 2. 32’ 15’’) – 1’) X 1.000 km
= (4’ – 1’) X 1.000 km
= 3’ X 1.000 km
= 3.000 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun C berjarak 3.000 km
2. METODE HOMOSEISTA
Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat di permukaan bumi yang mencatat getaran gelombang seismic yang pertama pada waktu yang sama. Misalnya stasiun A, B dan C mencatat getaran gempa pertama pada pukul 15: 11. 06, maka pada peta, ketiga stasiun tersebut terletak pada satu homoseista

Tidak ada komentar:

Posting Komentar